Tripikon-S, Apakah Itu?

Dapat memberikan solusi terhadap masalah kesehatan faktual yang dihadapi masyarakat di suatu wilayah adalah sesuatu yang diharapkan dari setiap profesi kesehatan dalam mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Itu pula yang dilakukan oleh Megi Rio Mandala, Am.KL, seorang sanitarian lulusan Politeknik Kementerian Kesehatan Bengkulu. Sanitarian berumur 28 tahun ini adalah salah satu anggota Nusantara Sehat Team Based Batch IV yang ditugaskan di Puskesmas Folley, Kabupaten Raja Ampat, sejak Oktober 2016. Sanitarian asal Bengkulu ini akan segera mengakhiri tugasnya di Puskesmas Folley pada akhir bulan September ini. Selamat mengikuti tulisannya.

-DoVic 280918-


Tripikon-S merupakan salah satu alat yang memiliki fungsi seperti septic tank untuk mengatasi masalah sanitasi pada suatu daerah yang memiliki lahan yang sempit atau rawa. Tripikon-S ini diaplikasikan kepada masyarakat tepi laut sebagai solusi sanitasi untuk mencegah feses ke badan laut sekaligus mencegah pencemaran oleh bakteri Escherichia coli.

Pengenalan Tripikon-S kepada masyarakat di Kampung Usaha Jaya

Ide pembuatan jamban Tripikon-S ini berawal dari masalah di salah satu kampung tempat tugas saya yaitu Kampung Usaha Jaya yang rumah mereka rata-rata di atas laut. Mereka menggunakan air laut untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci beras, mencuci baju, mencuci sayur serta mereka dan anak-anak juga mandi dan bermain di laut serta buang air besar juga langsung ke laut. Perilaku semacam ini dapat mengakibatkan terjadinya berbagai macam penyakit seperti diare, hepatitis A, penyakit kulit dan lainnya yang diakibatkan oleh bakteri Escherichia coli. Ingin tahu lebih jauh tentang Tripikon-S?

Tripikon-S atau Tiga Pipa Konsentris-Septik adalah septic tank vertikal yang terdiri dari tiga pipa utama yang digunakan secara konsentris atau ditempatkan dengan titik pusat yang sama, Tiga pipa utama tersebut terdiri dari ukuran yang berbeda yaitu pipa kecil, pipa sedang dan pipa besar.

Penyiapan bahan-bahan untuk membuat Tripikon-S

Pipa dengan ukuran yang lebih kecil digunakan sebagai tempat masuknya limbah. Pipa sedang sebagai tempat berlangsungnya proses penguraian. Sedangkan pipa besar berfungsi sebagai tempat peluapan, tempat aerasi, sekaligus sebagai tempat terjadinya proses pengendapan lebih lanjut.

Proses perakitan dalam pembuatan Tripokn-S sebagai teknologi tepat guna memecahkan masalah kesehatan lokal

Septic tank Tripikon-S digunakan untuk perumahan yang berada di daerah perairan, seperti sungai atau rawa. Hal ini dilatarbelakangi ketidaktersediaan lahan untuk membuat septic tank konvensional, karena kondisi perumahan yang berada di atas perairan.

Sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Tripikon-S kepada masyarakat Kampung Usaha Jaya

Kelebihan penggunaan septic tank Tripikon-S antara lain cocok digunakan pada perumahan di daerah perairan dan rumah apung, material yang digunakan mudah didapat, tidak memerlukan lahan yang besar dan dari segi pembuatannya tergolong mudah, sehingga dapat dikerjakan tenaga lokal. Dalam hal pemeliharaan, septic tank Tripikon-S tergolong mudah, yaitu cukup dengan melakukan pencegahan masuknya benda asing atau sampah ke dalam septic tank. Efisiensi penurunan BOD sekitar 75%.

Masyarakat tampak antusias mengikuti proses pembuatan Tripikon-S yang ditunjukkan

Sedangkan kekurangan penggunaan septic tank Tripikon-S antara lain kapasitas volume pengolahan relatif kecil dan pengurasan septic tank relatif sulit untuk dilakukan.

Tripikon-S telah menjadi solusi masalah kesehatan masyarakat di tempat tugas saya, sehingga dapat turut meningkatkan pemenuhan salah satu dari indikator Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), yaitu keluarga memiliki akses dan menggunakan jamban sehat.

print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *