SOP, Bukan untuk Dimakan, tapi untuk Dilaksanakan

SOP dalam tulisan ini bukanlah nama makanan berkuah, tapi kepanjangan dari Standar Operasional Prosedur. Namun, di antara keduanya ada kemiripan. Untuk membuat keduanya secara baik diperlukan pelatihan. Seorang koki atau chef perlu berlatih meramu berbagai kombinasi bahan dan bumbu, agar sop yang dikesankan sebagai masakan rumahan dapat dibuat secara eksotik dan menghasilkan citarasa yang memberikan kepuasan bagi lidah penikmatnya. Demikian juga, untuk menyusun Standar Operasional Prosedur yang memenuhi kaidah-kaidah penyusunan yang benar, perlu pelatihan, agar SOP tersebut dapat memberikan kepuasan, baik bagi pelaksana SOP maupun bagi penerima manfaat SOP tersebut.

Sebagai kelanjutan kegiatan di Sorong beberapa waktu yang lalu (baca: “Papua Pu Pembangunan Harus Terintegrasi“), maka Program Landasan Fase 2 yang mendukung Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melaksanakan Pelatihan Penyusunan SOP Pelayanan Publik Sektor Kesehatan di Aston Niu Hotel Manokwari ada tanggal 1-4 Juni 2017. Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorrongan, SKM, M.MKes.

Pelatihan ini diikuti oleh 11 Puskesmas dampingan Program Landasan Fase 2 di 4 Kabupaten, yaitu: (1) Kabupaten Kaimana: Puskesmas Kaimana, Puskesmas Lobo dan Puskesmas Waho; (2) Kabupaten Fakfak: Puskesmas Fakfak Tengah, Puskesmas Werba dan Puskesmas Sekban; (3) Kabupaten Manokwari Selatan: Puskesmas Oransbari, Puskesmas Ransiki dan Puskesmas Momiwaren; serta (4) Kabupaten Sorong: Puskesmas Seget dan Puskesmas Makbon. Di antara 11 Puskesmas tersebut, 2 di antaranya yaitu Puskesmas Kaimana dan Puskesmas Oransbari telah terakreditasi, sedangkan selebihnya sedang menjalani proses pendampingan akreditasi pada tahun 2017 dan ada yang akan menjalaninya pada tahun 2018 dan 2019. dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes., salah satu fasilitator mengatakan, “SOP adalah salah satu bentuk dokumen internal yang harus dibuat oleh Puskesmas yang akan diakreditasi. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Puskesmas, baik yang sudah diakreditasi maupun yang akan diakreditasi”.

print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *