Soal Halal dan Haram Vaksin MR, Kemenkes Akui merupakan Kewenangan MUI

 

Kementrian Kesehatan mengakui polemik halal dan haram di dalam vaksin Measle dan Ruballe merupakan kewenangan mutlak dari Majelis Ulama Indonesia MUI. Kementrian saat ini sedang berkordinasi dengan pihak MUI.

“Kewenangan   menginformasikan apakah vaksin itu halal atau haram mutlak pada Majelis ulama Indonesia  (MUI), dan saat ini Kementrian Kesehatan  akan berkoordinasi dengan MUI Pusat  untuk menanggapi surat MUI  pusat nomor : B-904/DP-MUI/VII/2018 yang di tujukan kepada Menteri Kesehatan tentang Vaksin MR,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Otto Parorongan saat di konfirmasi Rabu (1/8)

Melalui pesan rilis yang diterima redaksi, Kepala Dinas menjelaskan, hal ini menyikapi pemberitaan tentang pelaksanaan Kampanye Measles (Campak ) dan Rubella   serta status  halal haram dari vaksin MR.

“Kegiatan kampanye imunisasi MR ini merujuk kepada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor HK.01.07/MENKES/45/2017 Tentang Pelaksanaan Kampanye dan introduksi imunisasi  Measles Rubella di Indonesia , yang mengamanahkan untuk melaksanakan kegiatan kampanye MR pada anak usia  9 bulan sd 15 tahun,” Kata Parorongan

Lebih lanjut, kata dia tujuan  dari  kegiatan ini adalah untuk memutus rantai penularan penyakit campak yang merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan dapat menimbulkan wabah, sedangkan penyakit rubella dapat menyebabkan keguguran atau cacat bawaan (Congenital Rubella Syndrome) apabila menyerang wanita hamil trimester I.

“Vaksin yang dipakai adalah vaksin  Measles and Rubella  Vaccine, Produksi  Serum Institute of india  PVT.LDT yang di impor oleh PT BIO FARMA yang juga telah dipakai pada saat pelaksanaan kampanye imunisasi MR di tanah Jawa dan Bali  pada bulan agustus dan September tahun 2017,” jelasnya.

Ia menambahkan  terhitung sejak (1/8) hingga akhir bulan Agustus  2018  seluruh kabupaten/kota di provinsi Papua Barat melaksanakan kegiatan Imunisasi MR dengan target minimal  95 persen dari sasaran 266.463  anak.

“Kegiatan kampanye imunisasi MR ini adalah  kegiatan yang sangat mulia,  untuk melindungi anak – anak kita dari penyakit yang berbahaya  dan merupakan  pemenuhan atas hak anak untuk mendapatkan hidup sehat serta  masa depan yang  baik,” Ujarnya.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau kepada umat Islam di Papua Barat agar hati-hati mengikuti program vaksin Measle Ruballe yang kini tengah di kampanyekan di Indonesia timur khususnya di Wilayah Papua Barat.

print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *