Sayang Ibu, Sayang Bayi

Telah terjadi peningkatan jumlah kematian maternal di Provinsi Papua Barat dari tahun 2016 ke tahun 2017, dari 36 ibu menjadi 44 ibu. Demikian pula, telah terjadi peningkatan jumlah kematian neonatal pada kurun waktu yang sama, dari 143 menjadi 226 bayi baru lahir. Bagaimana menginterpretasikan data-data ini? Di satu sisi mungkin bisa disebabkan karena pencatatan dan pelaporan kematian maternal dan neonatal di fasilitas pelayanan kesehatan dan di komunitas menjadi lebih baik pada tahun 2017. Di pihak yang lain bisa jadi karena memang ada aspek-aspek yang belum berjalan sebagaimana mestinya, baik di komunitas, di fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan.

Rumah Sakit di Kabupaten/Kota menjadi fasilitas pelayanan kesehatan paling hilir dalam sistem pelayanan kesehatan di wilayah kita, khususnya kesehatan maternal dan neonatal. Salah satunya diharapkan Rumah Sakit mampu PONEK atau mampu memberikan pelayanan obstetrik dan neonatal emergensi komprehensif. Sebagian Rumah Sakit di Papua Barat sudah menjalankannya, sebagian lagi belum. Pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi di Rumah Sakit perlu diperkuat.

Foto bersama peserta, narasumber dan panitia Pertemuan Teknis Penguatan Pelayanan Ibu dan Bayi di Rumah Sakit

Untuk tujuan tersebut, Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Rumah Sakit. Pertemuan ini diselenggarakan di Swiss-belHotel Manokwari pada tanggal 15 sampai tanggal 17 Oktober 2018. Pertemuan ini mengundang peserta yang bertanggung jawab langsung atas pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Peserta berasal dari 13 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta dari sejumlah Rumah Sakit Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat.

Berbagai informasi update tentang program dan intervensi spesifik untuk peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Rumah Sakit telah disampaikan oleh para pakar di bidangnya. Di antara para pakar tersebut adalah dr. Wita Nursanthi Nasution, MARS dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, dr. James Thimoty, Sp.A. (K), M.Kes. dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Endang Sri Sugiarti, SpOG (K) dari Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI), Nining Caswini, Sp.Kep.An. dari Ikatan Perawat Anak Nasional Indonesia (IPANI).

Materi yang disampaikan oleh para pakar, di antaranya meliputi: (1) Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB), (2) Penguatan Pelayanan Ante Natal Care dan Pasca Persalinan, (3) Inisiasi Meningkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan sebagai Konselor Laktasi, dan (4) Pelayanan Pasca Lahir Bagi Bayi, termasuk pemberian imunisasi Hepatitis B. Jadi Pertemuan ini bukan untuk memperkenalkan program baru, tetapi memperkuat upaya yang sudah ada, meng-update-nya dan menjadikan upaya-upaya tersebut lebih komprehensif dari hulu sampai ke hilir.

-DoVic 161018-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *