Real Count Kualitas Fasyankes Papua Barat

Berapa coverage of care dalam Universal Health Coverage (UHC) Papua Barat saat ini? Sudah lebih dari 95% dan itu sudah dimulai dari tahun lalu. Sudah diakui oleh Pemerintah Pusat juga (klik UHC JKN-KIS Award 2018: dari Presiden RI untuk Papua Barat). Lalu, berapa quality of care-nya? Tidak tahu. Belum pernah diukur atau dihitung. Perlu real count, bukan quick count. Bukan untuk mengetahui siapa yang lebih unggul dari siapa? Tapi untuk mengetahui seberapa jauh Papua Barat sudah menuju Cakupan Kesehatan Semesta saat ini.

Pemukulan tifa oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menandai dibukanya Workshop Enumerator Rifaskes.

Untuk itu dilakukanlah Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes): Riset Evaluatif Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2019. Proses persiapan Rifaskes di Papua Barat sudah dimulai beberapa bulan yang lalu (klik Riset Menjelang Pilpres, Mensukseskan Rifaskes 2019 di Papua Barat). Saat ini, telah tersedia enam puluh delapan orang enumerator Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan dua orang enumerator Rumah Sakit (RS). “Pelaksanaan rekrutmen enumerator FKTP kali ini penuh liku-liku. Mereka yang awalnya sudah melamar dan terseleksi, kemudian menyatakan mundur, karena rupanya mereka lebih memilih mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten/Kota masing-masing. Waktunya memang kebetulan bersamaan dengan waktu pelaksanaan Workshop Enumerator dan pengumpulan data Rifaskes. Bahkan, dua orang enumerator menyatakan mundur setelah Surat Keputusan (SK) Penetapan Enumerator diterbitkan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP). Syukurlah, semua bisa diatasi segera dengan penggantian enumerator cadangan,” kata dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes. selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) Rifaskes Provinsi Papua Barat.

Para peserta Workshop Enumerator Rifaskes yang dipersiapkan melakukan real count.

Untuk melakukan real count yang akuntabel tadi, selain aspek-aspek lainnya, kualitas enumerator sangatlah menentukan. Para enumerator harus mengikuti Workshop Enumerator di Swiss-belHotel Kota Sorong pada 23-29 April 2019 untuk mendapatkan para enumerator yang qualified. Dengan penuh dedikasi, para fasilitator memfasilitasi para enumerator untuk memahami pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner blok demi blok. Proses pembelajaran terbagi dalam satu kelas RS dan tiga kelas FKTP. “Peserta Workshop juga akan mempraktikkan cara penggunaan Global Positioning System (GPS), mempelajari manajemen data, mensimulasikan entry data serta melakukan role play komunikasi,” kata Mujiyanto, S.Si, MPH, selaku Penanggung Jawab Teknis (PJT) Rifaskes Provinsi Papua Barat.

Kebersamaan antara peserta, panitia dan fasilitator Workshop Enumerator Rifaskes di Swiss-belHotel Kota Sorong.

Pada tiga hari terakhir Workshop ini, akan hadir pula PJO dan PJAL Kabupaten/Kota serta perwakilan tiga RS yang akan menjadi sampel. Mereka akan saling bertemu dengan Koordinator Wilayah (Korwil) V, PJO, PJAL dan PJT Provinsi. Semuanya ini, untuk memastikan tahapan pengumpulan data dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu. “Targetnya semua Puskesmas (157 Puskesmas yang teregistrasi di Kementerian Kesehatan per 30 Juni 2018) dapat dikunjungi. Sedangkan, untuk RS dan beberapa FKTP lainnya (apotik, dokter praktik mandiri, bidan praktik mandiri, laboratorium kesehatan) akan dikunjungi sesuai sampling,” kata dr. Victor.

Kita tunggu hasil real count-nya beberapa bulan ke depan.

-DoVic 240419-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *