Memberi Contoh Integrasi Untuk Dicontoh

Pada tanggal 14-16 November 2018, Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar Workshop Penguatan Integrasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) di Swiss-belHotel Manokwari. Workshop yang menekankan aspek integrasi (klik PIS PK: Sudahkah Integrasi Inter Program Terjadi?) ini mengundang para pejabat eselon 3 Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) serta Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dari 13 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua Barat.

Pembukaan Workshop oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mewakili Kepala Dinas Kesehatan.

Integrasi adalah tingkatan relasi dua pihak atau lebih yang tertinggi. Integrasi lebih tinggi daripada kolaborasi. Integrasi lebih tinggi daripada koordinasi. Integrasi juga lebih tinggi daripada ko-operasi dan integrasi jelas lebih tinggi daripada sekedar saling berkomunikasi. Integrasi adalah bentuk kerjasama program secara penuh, baik dalam perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

Untuk memberi contoh nyata penerapan integrasi dalam kaitannya dengan pelaksanaan PIS PK, dalam Workshop kali ini Bidang Yankes menghadirkan Kepala Bidang P2P serta Kepala Bidang Kesmas selaku narasumber. Kedua narasumber menyampaikan materi bertopik “Indikator PIS PK Bidang P2P dan Bidang Kesmas: Upaya Pencapaian, Intervensi Awal dan Lanjut”. PIS PK mengharuskan terciptanya integrasi antar program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), integrasi antara UKM dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), integrasi dalam Sumber Daya Manusia (SDM) dan integrasi pendanaan.

Pada Workshop ini Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat juga memfasilitasi Bidang Yankes untuk talk show bertemakan “Bagaimana Pelaksanaan PIS PK di Provinsi Papua Barat”. Talk show yang bekerja sama dengan Kasuari TV ini juga menghadirkan Kepala Puskesmas Sanggeng Kabupaten Manokwari dan salah satu kepala keluarga yang telah mendapat kunjungan keluarga PIS PK. Talk show yang berlangsung satu jam ini juga membuka dialog interaktif dengan para peserta Workshop. Para peserta Workshop cukup antusias mengikuti talk show. Dalam kesempatan yang sama Bidang Kesmas juga mendistribusikan Paket Informasi dan Edukasi Keluarga Sehat (Pinkesga) kepada 154 Puskesmas di Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Pinkesga merupakan media komunikasi dan informasi berisi 13 pesan indikator PIS PK yang digunakan oleh para tenaga kesehatan (ban putih) pada saat mengunjungi keluarga. Selain itu, Bidang Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat juga membagikan paket Pinkesga khusus untuk indikator tambahan (klik Indikator Tambahan Itu Akhirnya Ditetapkan). Pinkesga ini digandakan oleh KOMPAK.

Bersama Direktur P2MKJZ Kementerian Kesehatan RI.

Workshop menjadi semakin semarak dengan kehadiran Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza (P2MKJZ) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., MPH. Fidiansjah diutus oleh Direktur Jenderal P2P untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PIS PK di Provinsi Papua Barat sebagai tindak lanjut webinar beberapa hari sebelumnya. Selain memberikan pencerahan, Fidiansjah juga memberikan tanggapan atas berbagai pertanyaan yang diajukan oleh peserta Workshop.

Tidak ketinggalan, dua Kabupaten men-sharing-kan pengalamannya dalam pelaksanaan PIS PK di masing-masing wilayahnya. Soeharso memaparkan pengalaman Kabupaten Manokwari dan Lita Sarawa memaparkan pengalaman Kabupaten Kaimana. Keduanya adalah fasilitator Keluarga Sehat yang sudah dilatih di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar.

Sambung rasa antara pembina wilayah dengan wilayah binaannya juga dilakukan pada Workshop kali ini. Hal ini merupakan tindak lanjut penetapan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat nomor 440/2471/DK-PB/X/2018 (klik Binwas Melalui Binwil). Dalam sambung rasa tersebut pembina wilayah menggali permasalahan prioritas dan mengidentifikasi peluang di masing-masing Kabupaten/Kota binaannya. Diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat melakukan hal yang serupa dengan Puskesmasnya.

Penandatanganan Kesepakatan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni.

Pada akhir acara, kesepakatan tindak lanjut Workshop telah dibuat dan ditandatangani (klik Kesepakatan Workshop Penguatan Integrasi PIS PK 2018 Provinsi Papua Barat). Pelaksanaan kesepakatan akan dipantau dan dievaluasi pada Pertemuan Monitoring dan Evaluasi PIS PK yang akan diselenggarakan pada pertengahan Desember 2018. Semoga dengan beberapa contoh penerapan integrasi di dalam pelaksanaan Workshop ini dapat mendorong terjadinya integrasi yang lebih baik di tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas di Provinsi Papua Barat.

Penandatanganan Kesepakatan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat.

-DoVic 161118-

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *