Ke Mana Harus Kalibrasi Alkes di Papua Barat?

Kehadiran fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu sangat didambakan oleh masyarakat, termasuk masyarakat Papua Barat. Fasilitas pelayanan kesehatan dikatakan bermutu, minimal bila (1) tersedia sumber daya manusia yang kompeten dan patuh terhadap standar, (2) tersedia farmasi yang memenuhi kebutuhan medis dan (3) tersedia sarana, prasarana dan peralatan kesehatan yang aman dan laik pakai. Peralatan kesehatan bukan hanya harus tersedia secara lengkap, namun juga harus terpelihara dengan baik dan berfungsi dengan akurat.

Untuk menjamin agar peralatan kesehatan dapat terpelihara dengan baik, maka harus ada pelaksana pemeliharaan yang kompeten yang memiliki program pemeliharaan yang tepat. Selanjutnya, untuk menjamin agar peralatan kesehatan dapat berfungsi dengan akurat, maka harus ada pengujian dan kalibrasi peralatan kesehatan yang dilakukan secara berkala (klik ASPAK, Tak Perlu Di-PAKSA). Agar hal ini dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan lembaga atau institusi yang kredibel. Balai atau Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan di beberapa kota telah hadir untuk menjalankan fungsi tersebut. Namun, jumlah balai atau loka tersebut tidak sebanding dengan luasnya wilayah dan banyaknya fasilitas pelayanan kesehatan yang harus dilayani. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus berperan serta dalam menyediakan unit pemeliharaan, pengujian dan/atau kalibrasi peralatan kesehatan yang dikenal dengan Regional Maintenance Center (RMC).

Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Makassar.

Di Provinsi Papua Barat belum ada balai atau loka atau unit seperti dimaksud. Loka paling dekat ada di Jayapura dan balai paling dekat ada di Makassar. Oleh karena itu, kehadiran RMC di wilayah Provinsi Papua Barat menjadi sebuah kebutuhan. Pertemuan Koordinasi Teknis RMC sebagai Rujukan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan diselenggarakan untuk memicu kehadiran RMC di Provinsi Papua Barat. Pertemuan yang diselenggarakan oleh Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dilaksanakan di Aston Niu Hotel Manokwari pada 22-24 November 2018. Pertemuan ini mengundang 13 peserta dari Dinas Kesehatan dan 10 Rumah Sakit yang ada di wilayah Provinsi Papua Barat.

Foto bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, peserta, panitia dan narasumber.

Selain disampaikan materi tentang Kebijakan Daerah dan Peran Penting RMC di Papua Barat oleh para narasumber Provinsi, juga disampaikan materi-materi lainnya oleh narasumber dari Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Ir. Hanafi, MT (Kepala Sub Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya)  dan Sarto, S.Kom., MKM (Kepala Seksi Sarana Prasarana) memberikan materi berupa (1) Kebijakan Nasional RMC, (2) Pemeliharaan Alat Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, (3) Penyelenggaraan RMC, (4) Perhitungan Kebutuhan SDM untuk RMC dan (5) Pembentukan Institusi Pengujian di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.

Selain itu, penanggung jawab Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana RSUD Teluk Bintuni, Daud Limbong, men-sharing-kan pengalaman menjalankan tugas dan fungsinya terkait pemeliharaan, pengujian dan kalibrasi alat kesehatan. RSUD Teluk Bintuni merupakan Rumah Sakit yang telah terakreditasi Paripurna (klik Satu Milestone Itu Telah Dicapai).

Pemaparan Kebijakan Daerah Regional Maintenance Center (RMC) oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan.

Dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat 2017-2022, Bidang Pelayanan Kesehatan sudah memasukkan rencana pendirian RMC di Manokwari. Tahun 2019 merupakan awal pentahapan menuju terwujudnya RMC tersebut. Kelak, fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya FKTP, di Provinsi Papua Barat sudah memiliki akses yang lebih mudah dalam menjalankan pemeliharaan, pengujian dan/atau kalibrasi alat kesehatan. Kabupaten/Kota juga didorong untuk memiliki unit pemelihara fasilitas pelayanan kesehatan semacam ini di wilayah masing-masing.

-DoVic 231118-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *