Di Daerah Terpencil, Bukan Alasan Tidak Terakreditasi


Testimoni di bawah ini ditulis oleh Bety Sunarisasi, SKM, M.Kes, seorang surveior UKM dari Kediri Provinsi Jawa Timur, yang menuangkannya dalam buku Laporan Tahunan 2018 : Menuju FKTP Yang Berkualitas yang diterbitkan oleh Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (KA FKTP). Kisah ini terjadi 1,5 tahun yang lalu saat Puskesmas Kuri disurvei akreditasi yang kemudian ditetapkan terakreditasi Dasar. Testimoni Bety dimuat dalam blog ini dengan seijin penulisnya dengan penyesuaian judul dari redaksi.

-DoVic 070619-


Kuri adalah salah satu wilayah yang terletak di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Dibutuhkan waktu delapan jam perjalanan darat dari Kabupaten Manokwari, dilanjutkan dengan speedboat sekitar tiga jam menyusuri hutan bakau, kemudian dengan longboat sekitar satu jam. Puskesmas Kuri dapat dicapai setelah berjalan kaki kurang lebih tiga puluh menit dari tempat longboat berlabuh. Bersama saya, Yenny Yuanita Rumengan, SKM, MPH (surveior administrasi manajemen dari Provinsi Papua Barat) dan dr. Astri Hernasari, MM (surveior UKP dari Provinsi Bengkulu). Waktu survei adalah tanggal 16-18 November 2017.

Perahu “gethek”, longboat, speadboat, mobil double gardan dan pesawat udara digunakan oleh surveior dari Jawa Timur dan Bengkulu untuk menuju Puskesmas Kuri.

Meski akses untuk mencapai Puskesmas luar biasa melelahkan, namun hati rasa senang manakala tiba dan melihat bangunan Puskesmas yang mungil terbuat dari papan, namun cukup bersih karena menerapkan 5R*, walaupun jumlah staf hanya lima belas orang. Puskesmas Kuri, meski terpencil dan jauh dari kemajuan kota, belum tersedia sinyal komunikasi, sumber daya manusia terbatas, sarana dan prasarananya serba minimalis, namun berani maju akreditasi untuk mensejajarkan diri dengan Puskesmas lain.

Minimnya jumlah staf Puskesmas Kuri tidak menghalangi keinginan untuk meningkatkan mutu pelayanan melalui akreditasi.

Terlihat tekad dan komitmen mulai dari pimpinan sampai staf untuk memberikan pelayanan dengan mengutamakan mutu dan keselamatan pasien, sehingga surveior merasa hanya satu kata “HEBAT” untuk mereka.

Dengan iringan suling tambur, seisi kampung menghantar kepulangan ketiga surveior.

Melihat semangat mereka, kami sebagai tim surveior merasa sangat tertantang untuk berbagi ilmu dan pengalaman kami, agar dapat menambah motivasi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam perbaikan mutu pelayanan di daerah terpencil seperti Puskesmas Kuri ini.


Teruslah berbakti wahai Saudaraku demi Tanah Air tercinta!


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *