Bukan Hoax: Bertugas di Daerah Risiko Multi Bencana

Berdasarkan Peta Risiko Multi Bencana yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa tahun yang lalu, diketahui bahwa tidak ada satu wilayahpun di Provinsi Papua Barat yang tidak rawan terhadap risiko multi bencana. Kerawanan ini mulai dari tingkat sedang sampai tingkat tinggi. Sedangkan, bencana dalam hal ini tidak semata dimaknai hanya sebagai bencana alam, tetapi juga “bencana” sosial, termasuk penyakit. Penting sekali, bagi setiap penduduk atau siapapun yang akan bertugas di Provinsi Papua Barat, menyadari bahwa “bencana” dalam berbagai bentuknya sudah atau bisa mengancam setiap waktu. Kesadaran semacam ini akan membuat setiap orang berwaspada dan kewaspadaan tersebut akan meminimalkan dampak dari “bencana” tersebut.

Papua Barat adalah wilayah dengan risiko sedang-tinggi multi bencana.

Hal ini disampaikan oleh penulis kepada empat belas anggota Nusantara Sehat penugasan khusus individu yang akan ditugaskan di wilayah terpencil dan sangat terpencil di Kabupaten Manokwari (12 orang) dan Kabupaten Fakfak (2 orang). Pembekalan tersebut penulis lakukan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang yang ada di Salaman, Magelang pada tanggal 2 Oktober 2018. Inilah untuk kedua kalinya penulis memberikan pembekalan kepada Nusantara Sehat penugasan khusus individu. Sebelumnya, pembekalan pernah penulis lakukan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar beberapa bulan yang lalu. Selain memberikan materi tentang Pelayanan Kesehatan di Remote Area (klik Bertugas di Remote Area: Mengatasi Jurang), kali ini penulis juga menambahkan informasi tentang kewaspadaan terhadap bencana.

Bapelkes Semarang di Salaman, Magelang

Pemberian materi tentang kewaspadaan terhadap bencana ini menjadi relevan, karena beberapa wilayah di Indonesia baru saja mengalami musibah bencana alam (gempa bumi, tsunami, likuifaksi tanah, gunung meletus dan lainnya). Selain itu, juga karena pembekalan tersebut diberikan dua hari menjelang 4 Oktober di mana kita mengenang bencana banjir bandang Wasior delapan tahun yang lalu.

Suasana evakuasi korban bencana banjir bandang Wasior tahun 2010

Kesadaran dan pengetahuan akan risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan ketika bencana sedang atau sudah terjadi sangatlah penting. Hal semacam ini perlu ditanamkan sedini mungkin. Hal ini pula yang sering kita dengar atau lihat di media cetak dan elektronika sudah dilakukan di negara Jepang sebagai salah satu negara yang memiliki risiko tinggi gempa bumi. Namun, sesungguhnya praktik semacam ini juga sudah dilakukan di negara kita secara tradisi. Kita belajar dari musibah tsunami Aceh. Apa yang dilakukan masyarakat Pulau Simeuleu dengan smong dan nandongnya adalah bagian dari tradisi mitigasi yang perlu dilestarikan (klik Provinsi-Provinsi Penjaga Ujung Barat dan Timur NKRI).

Penerimaan dan penugasan Nusantara Sehat penugasan khusus individu di Kabupaten Manokwari.

Kiranya para Nusantara Sehat yang ditugaskan ke Papua Barat dapat menjalankan tugas dengan baik disertai kewaspadaan bertugas di daerah risiko multi bencana.


-DoVic 091018-


Catatan: penempatan empat belas Nusantara Sehat penugasan khusus individu di atas menyusul penempatan Nusantara Sehat batch X yang ditempatkan di Puskesmas Konda Kabupaten Sorong Selatan (5 orang) dan Puskesmas Wejim Kabupaten Raja Ampat (6 orang), juga penempatan Nusantara Sehat penugasan khusus individu yang ditempatkan di Kabupaten Sorong Selatan (5 orang) dan Kabupaten Raja Ampat (6 orang). Keduapuluh dua orang Nusantara Sehat ini telah dibekali di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *