Bermula dari Sebuah Pertaruhan

Pertaruhan itu berawal dari harapan para peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Kabupaten Fakfak yang telah menyelesaikan masa internsipnya. Harapan itu disampaikan pada Pertemuan Monitoring dan Evaluasi PIDI Provinsi Papua Barat yang berlangsung di The Belagri Hotel Kota Sorong pada tanggal 10-12 Oktober 2018. Apa tepatnya harapan tersebut? Harapan tersebut adalah kiranya dapat tersedia forum-forum ilmiah rutin pada wahana-wahana PIDI di Provinsi Papua Barat. Selama ini para dokter internsip belum mendapati forum-forum ilmiah tersebut disediakan di Rumah Sakit dan Puskesmas di Papua Barat yang menjadi wahana PIDI. Padahal, forum-forum ilmiah tersebut sangat dibutuhkan, apalagi dalam kondisi wilayah Papua Barat tidak cukup mudah dan murah untuk memperoleh akses terhadap perkembangan informasi di bidang medis terkini.

Pertemuan di mana ide memberi tantangan dan melakukan pertaruhan dimulai.

Tergelitik oleh harapan tersebut, dalam diri penulis timbul pikiran “iseng”, tapi positif. Penulis ingin memberikan tantangan kepada wahana PIDI di Provinsi Papua Barat. Apa tantangan itu? Wahana PIDI harus dapat menyelenggarakan forum ilmiah pada selambat-lambatnya satu minggu pasca Pertemuan di Sorong tersebut. Tantangan tersebut tidak penulis sampaikan kepada forum, tetapi pada sasaran tertentu. Siapa gerangan yang mendapat tantangan tersebut? Segera mata penulis memandang seantero ruang pertemuan. Di sebelah kanan penulis duduklah Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Eka Widrian Suradji, PhD. Langsung terpikirlah untuk mengajukan tantangan tersebut kepada dr. Eka, apalagi RSUD Teluk Bintuni telah terakreditasi Paripurna (klik Satu Milestone Itu Telah Dicapai). Penulis berseloroh, “Masak yang sudah paripurna saja tidak bisa bikin morning report rutin!” Tampaknya seloroh penulis sanggup mengguncang logika pak Direktur. Tak perlu waktu yang lama agar tantangan tersebut bersambut.

Agar tantangan tersebut semakin menantang, maka ada pertaruhan yang ditawarkan oleh pak Direktur. Apa pertaruhannya? Apabila morning report berhasil dilaksanakan dalam kurun waktu seminggu pasca Pertemuan, maka penulis wajib mentraktir makan-makan pak Direktur di Manokwari. Pertaruhan langsung deal dan ditandai dengan jabat tangan.

 

Akhirnya morning report berhasil dilaksanakan di RSUD Teluk Bintuni. Kiranya berlanjut reguler.

Pasti pembaca penasaran siapa gerangan yang memenangkan pertaruhan tersebut? Pertaruhan itu berakhir hari Rabu pagi tanggal 17 September 2018. Ketika penulis sedang berkegiatan di Swiss-belHotel Manokwari (klik Bila Dapat Berlari, Jangan Engkau Hanya Berjalan), masuklah dalam WhatsApp penulis beberapa kiriman foto dari dr. Eka. Foto-foto itu menunjukkan morning report yang sedang berlangsung di RSUD Teluk Bintuni. Morning report perdana yang membahas kasus glomerulonefritis akut paska streptococcus itu dihadiri oleh tiga belas orang. Pembahasan kasus itu disajikan oleh para dokter internsip di RSUD Teluk Bintuni. “Morning report di RSUD Teluk Bintuni didorong untuk dilakukan untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan pertukaran ilmu antar sejawat dalam upaya upgrading skill dokter”, kata pak Direktur.

Peserta morning report mengikuti presentasi kasus.

Pertaruhan telah berakhir dengan kekalahan di pihak penulis. Eiits … tunggu dulu. Justru penulis yang menang, walau kalah dalam pertaruhan. Menang, karena telah berhasil mendorong satu wahana PIDI mengadakan forum ilmiah. Kiranya morning report di RSUD Teluk Bintuni dapat terus berlanjut reguler. Bagaimana dengan wahana PIDI lainnya? Kapan Rumah Sakit-Rumah Sakit lainnya menyusul? Apakah hanya Rumah Sakit? Bagaimana dengan Puskesmas-Puskesmas yang menjadi wahana PIDI? Puskesmas pun perlu menyelenggarakan forum-forum ilmiah, bukan hanya untuk dokter, tetapi juga untuk tenaga kesehatan lainnya.

Harapan para dokter internsip telah dapat diwujudkan melalui morning report.

Sebuah kekalahan yang membuahkan kemenangan. Kalah untuk menang. Selanjutnya terbersit dalam pikiran “iseng” penulis, “Kekalahan ini harus dibalas. Harus ada pertaruhan berikutnya!” Ha ha ha.


-DoVic 181018-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *