Aku Tahu, Sadar, Siap dan Melakukan

“Di masa lalu, betapa sulitnya mengajak Rumah Sakit untuk menerapkan patient safety,” ujar dr. Adib Abdullah Yahya, MARS dalam suatu kesempatan. Adib adalah seorang penggerak awal implementasi patient safety di Indonesia. Selain itu, Adib pernah menjadi Ketua Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP). “Saat ini, regulasi memaksa Rumah Sakit untuk menerapkan patient safety. Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) hampir di semua standarnya bernuansakan patient safety,” lanjut Adib. “Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di mana Puskesmas bertindak sebagai gate keeper, maka Puskesmas juga harus menerapkan patient safety,” harap Adib.

Peserta dari Puskesmas Mayamuk serius menyelesaikan penugasan yang diberikan narasumber.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat berkolaborasi menyelenggarakan Workshop Keselamatan Pasien. Workshop dilaksanakan pada tanggal 19-20 November 2018 bertempat di Gedung Diklat Kabupaten Sorong yang terletak di Jalan Pendidikan km 8 Kota Sorong. Enam Puskesmas di Kabupaten Sorong dan masing-masing tiga Puskesmas dari Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Maybrat mengikuti Workshop tersebut. Workshop ini berlanjut dengan Workshop Audit Internal dan Rapat Tinjauan Manajemen yang berlangsung pada tanggal 21-22 November 2018.

Tim Puskesmas Mariat yang sudah terakreditasi Dasar pada tahun 2016 juga tak kalah serius membuat penugasan Root Cause Analysis (RCA).

Kolaborasi tiga Kabupaten ini disambut baik oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dengan menurunkan tiga narasumber, yaitu (1) dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes., (2) dr. Adhe Ismawan dan (3) Yenny Rumengan, SKM, MPH. Ketiga narasumber tersebut juga adalah surveior akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes. sedang menjelaskan salah satu tool analisis risiko yaitu Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).

Walau terbilang materi-materinya baru dan berat bagi sebagian besar peserta, namun Workshop ini diikuti peserta dengan penuh antusias. Dengan keinginan menjadikan Puskesmas masing-masing sebagai tempat yang aman buat pasien, petugas dan lingkungan, maka para peserta bertahan sampai akhir Workshop. Pengetahuan yang didapat dalam Workshop ini menjadikan para peserta sadar akan pentingnya patient safety dan tahu cara penerapannya. Pada akhir Workshop, para peserta menyatakan siap mengaplikasikan dan mengimplementasikan patient safety.

RIP dr. Adib Abdullah Yahya, MARS.

Hari ini, ketika tulisan ini di-posting, dr. Adib Abdullah Yahya, MARS telah berpulang ke pangkuan Tuhan Yang Maha Kuasa. Indonesia kehilangan seorang tokoh patient safety. Namun perjuangan beliau tidak sia-sia, Kesadaran akan patient safety sudah menular ke berbagai penjuru Nusantara, termasuk Papua Barat. Rest in peace, dr. Adib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *